Selasa, 29 November 2011

Mitos Misteri Ular Terbang

Konon di hutan Kalimantan yang misterius, para penduduk sekitar menceritakan mengenai adanya ular yang biasa terbang dan hinggap di kepala manusia untuk menyantapnya. Di Lombok, ada kisah mengenai ular Berare yang disebut-sebut juga sebagai ular terbang. Apakah makhluk yang disebut ular terbang hanya sebuah mitos ataukah memang ada di dunia nyata ?

Ular terbang ternyata bukan sekedar mitos. Makhluk ini juga telah terdokumentasi dengan baik oleh dunia sains. Namun pada awal penampakannya, bahkan para zoologyst asingpun tidak dapat mempercayainya. Sebenarnya ular ini tidak benar-benar terbang, namun nama ini telah melekat pada hewan yang satu ini selama lebih dari 100 tahun.

Laporan mengenai ular terbang di Indonesia pertama kali diceritakan oleh para Misionaris asing yang bekerja di Sumatera.

Pada suatu hari di tahun 1833, seorang sesepuh penduduk lokal di Sumatera mendatangi dua misionaris barat yang sedang bekerja di sana untuk menceritakan pengalaman anehnya.

Sesepuh yang bernama Tam Basar itu bersumpah bahwa ia dan para penduduk lainnya pernah melihat ular yang sedang terbang di udara. Takut dengan bahaya yang mungkin ditimbulkannya, mereka segera membunuh ular itu sesaat setelah mendarat di dekat mereka.

Kedua misionaris barat itu tidak begitu saja mempercayai kisah itu. Namun Tam Basar bersikeras bahwa ia menceritakan hal yang sesungguhnya. Ia juga menambahkan bahwa ular itu memiliki panjang sekitar 1,2 meter dan tidak memiliki sayap.

Satu tahun kemudian, pada Januari 1834, salah satu diantara misionaris tersebut, NM Ward, sedang berjalan melewati hutan dekat sungai Pedang Bessie, sekitar 1,6 km dari lokasi dimana Tam basar melihat ular terbang.

Ia dan teman seperjalanannya berhenti sebentar untuk mempelajari sebuah pohon tinggi di dekat situ. Ketika mereka melihat ke atas, mereka begitu terkejut karena melihat seekor ular yang sedang terbang, persis seperti yang diceritakan oleh Tam Basar. Ular itu terlihat bergerak dengan cepat di udara di bawah pohon tempat mereka berdiri.

Ward kemudian menceritakan pengalamannya dalam surat kabar "Missionary Herald" edisi Maret 1841. "Dengan demikian, aku menjadi yakin dengan adanya ular terbang. Para penduduk lokal yang mengenal wilayah hutan di situ juga mengetahui fakta ini dengan jelas." Katanya.

Walaupun kedengarannya aneh, namun sekarang kita bisa mengetahui bahwa di Asia Tenggara paling tidak ada lima spesies "ular terbang". Ular-ular tersebut sebenarnya tidak terbang, melainkan meluncur atau melompat dan keberadaan ular ini bahkan sudah dibuktikan dengan beberapa foto dan rekaman video.

Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Pelias :


Di bawah ini adalah ular terbang jenis Chrysopelea Ornata :


Dibawah ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi yang terlihat di Singapore ketika sedang meluncur di langit :


Ini adalah foto ular terbang dari jenis Chrysopelea Paradisi ketika sedang take off. Tubuhnya yang membentuk huruf S membantunya untuk memberikan daya dorong yang lebih kuat :


Ular-ular jenis Chrysopelea ini termasuk ular yang memiliki bisa. Namun bisa racun pada ular jenis ini tidak mematikan bagi manusia.

Jadi misteri ular terbang Indonesia sebenarnya sudah tersingkap dengan jelas. Hewan ini benar-benar ada dan hidup sampai sekarang. Bahkan bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di negara Asia dan Amerika.

Namun soal ular di Kalimantan yang katanya menyantap kepala orang, hmm...saya tidak tahu pasti.





www.gunadarma.ac.id
 
sumber: http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/11/misteri-ular-terbang-mitos-atau-fakta.html?utm_source=feedburner&   
           utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+EnigmaOfTheWorld+%28enigma+%29&utm_content=Netvibes
           http://terselubung.blogspot.com/2009/12/mitos-misteri-ular-terbang.html

Pesawat-pesawat tercepat di dunia


Berdasarkan rekor kecepatan udara (Air speed record) yang diklasifikasikan oleh Fédération Aéronautique Internationale (FAI), menyebutkan bahwa Pesawat non eksperimental yang memegang rekor tercepat di dunia sampai saat tulisan ini diplubikasikan, masih dipegang oleh SR-71 Blackbird dengan kecepatan 3530 km/jam (Mach 3,2).

Namun sebetulnya ada pesawat experimental yang lebih cepat namun tanpa awak (unmanned), yaitu Boeing X-43 NASA yang mencapai kecepatan 12144 km/jam (Mach 9,8). Berikut adalah pesawat-pesawat atau benda terbang tercepat di dunia sesuai dengan kelasnya.

1. BOEING NASA X-43
( Pesawat tanpa awak tercepat di dunia / the fastest unmanned aircraft in the world)
X-43 merupakan pesawat tanpa awak tercepat di dunia sekaligus menjadi benda terbang tecepat di bumi ini. X-43 merupakan sebuah pesawat eksperimen hipersonik tanpa awak (unmanned experimental hypersonic aircraft) yang dirancang dengan banyak variasi skala dimaksudkan untuk mengetes aspek yang beragam dalam penerbangan supersonic. Ini merupakan bagian dari program NASA Hyper-X.

NASA X-43 mencetak rekornya pada 16 November 2004 dengan mencapai kecepatan 12144 km/jam (Mach 9,8) pada ketinggian 13157 meter. Cara penerbangannya, Roket Pegasus yang membawa X-43 diluncurkan dari pesawat Boeing B-52. Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan, roket ini dibuang, selanjutnya X-43 melaju dengan mesinnya sendiri yaitu mesin Scramjet.

Spesifikasi X-43 : - Berat (weight) = 1300 kg
- Panjang (length) = 3,7 meter
- Top speed = 12144 km/h (Mach 9,8)
- Awak (crew) = 0


2. North American X-15
(Pesawat bertenaga roket dan berawak tercepat di dunia)
X-15 merupakan pesawat bertenaga roket (rocket-powered aircraft) tercepat di dunia, sekaligus pesawat berawak tercepat di dunia (the fastest manned aircraft in the world). X-15 merupakan pesawat tercepat ke-2 di bumi. Sebagaimana dengan X-43, X-15 juga merupakan pesawat experimental NASA.

Spesifikasi X-15 : - Top speed = 7274 km/h (Mach 6,7)
- Jangkauan (range) = 450 km
- Awak (crew) = 1
- Panjang = 15,45 m
- Berat = 6620 kg


3. Lockheed SR-71 BLACKBIRD
(Pesawat jet berawak tercepat di dunia / the fastest jet airplane in the world)
Untuk jenis pesawat jet berawak non-experimental tercepat di dunia jatuh kepada SR-71 Blackbird. SR-71 mempati peringkat ke-3 pesawat tercepat di bumi. SR-71 merupakan pesawat dari pabrikan Lockheed. Pesawat ini merupakan pesawat intai strategis (Strategic Reconnaissance) yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini mencetak rekor kecepatan pada 28 Juli 1976 yang diawaki oleh Kapten Eldon W. Joersz dan Mayor George T. Morgan dengan kecepatan 3530 km/h (Mach 3,2) pada ketinggian 80000 ft (24 km).
Angkatan Udara AS mengkalim bahwa SR-71 merupakan satu-satunya pesawat mereka yang dapat beroperasi secara optimal pada ketinggian 24000 meter. Struktur Blackbird 93 % terbuat dari titanium agar pesawat tetap kokoh saat melaju dengan kecepatan di atas Mach 3. SR-71 kerap digunakan untuk melakukan tugas spionase (mata-mata) ke daerah musuh, sehingga untuk itulah pesawat ini dirancang agar dapat terbang tinggi agar tidak tertangkap radar dan senjata anti pesawat musuh.

Spesifikasi : - Top speed = 3530 km/h (Mach 3,2)
- Awak = 2
- Jangkauan (range) = 5400 km
- Panjang = 32,74 m
- Berat = 30600 kg


4. Westland Lynx 800 G-LYNX
(Helikopter tercepat di dunia / the fastest helicopter in the world)
Adalah helikopter Inggris raya yang dirancang oleh AgustaWestland. Westland Lynx 800 merupakan helikopter tercepat di dunia dan menempati peringkat ke-50an pesawat tercepat di dunia. Helikopter ini membukukan rekor pada 11 Agustus 1986 dengan kecepatan 401 km/jam (Mach 0,3). Westland Lynx biasa digunakan untuk SAR, pengangkutan strategis, air support, anti kapal selam, dll. Westland Lynx 800 mengalahkan kecepatan Sikorsy X-2 (366 km/jam) yang saat ini masih dalam tahap uji coba.

Spesifikasi :
- Top speed = 401 km/h (Mach 0,3)
- Jangkauan (range) = 528 km


Selain itu, adapun air speed record lainnya sesuai klasifikasi FAI adalah :

- Fastest gliding aircraft (Pesawat tanpa mesin tercepat) = Schempp-Hirth Nimbus-4DM (306,8 km/h)
http://cdn-www.airliners.net/aviation-photos/middle/1/9/0/0962091.jpg

- Fastest straight-line piston-engined aircraft (pesawat bermesin piston tercepat) = F8F Bearcat Rare Bear (850 km/h)
http://www.aviationtrivia.info/images/rare_bear.jpg

- Speed attained during atmospheric reentry (kecepatan selama memasuki / penetrasi atmosfer bumi) = Pesawat ulang alik ( 28000 km/jam)
http://techno.okezone.com/images-data/content/2008/12/13/56/173218/E8maOFAxBt.jpg

- Fastest landing speed record (pendaratan tercepat) = Tupolev Tu-134A (415 km/jam)
http://i147.photobucket.com/albums/r293/VIEWLINER/PTA/TU03.jpg






www.gunadarma.ac.id

Sumber: kaskus.us
                http://terselubung.blogspot.com/2009/11/pesawat-pesawat-tercepat-di-dunia.html

Ilmuan Benarkan Tsunami Matahari

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9vlFcyMteFpYsDBYjmlpqeu3wu__SWyuGAsKBasTCIKJ59_-495vpFNL_Uu-1J_mEHVWYPYCQmvuFhwfHhAvm8KBFnrgOVrZu2w1lOB2X7v3A4ipwiOtFeaFtOSr_ZsAhaI8EpEwXq4I/s1600/tsunami_matahari.jpg
Terbitkan Entri

Pesawat ruang angkasa STEREO (Solar Terrestrial Relations Observatory) mengkonfirmasi gambar yang ditangkap kamera pada bulan Februari lalu ketika sunspot 11012 secara tiba-tiba meletup.
Ledakan itu melepaskan miliaran ton awan gas (coronal mass ejection/ CME) ke ruang angkasa dan menimbulkan gelombang panas tsunami sepanjang permukaan Matahari.
STEREO merekam gelombang tersebut dari dua posisi yang berjarak 90 derajat, dan memberikan peneliti yang belum pernah terlihat sebelumnya.
“Itu sudah pasti sebuah gelombang,” kata Spiros Patsourakos dari Universitas George Mason, Virginia yang juga seorang penulis utama di Journal Astrofisika. “Bukan gelombang air, tetapi gelombang raksasa yang terdiri dari plasma dan magnetik panas” ia menambahkan.
Nama teknis untuk gelombang itu adalah “gelombang magnetohydrodynamic” atau disingkat dengan gelombang MHD. Salah satu gelombang yang dilihat STEREO menjulang hingga ketinggian 100 ribu kilometer dengan kecepatan 250 km/detik,dan membawa energi setara dengan 2.400 megaton bahan peledak.
Tsunami Matahari ditemukan di tahun 1997 oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Pada bulan yang sama di tahun itu, CME meledak di daerah permukaan matahari yang aktif, dan SOHO merekam semua itu.
“Kami berpikir, apakah itu sebuah gelombang atau hanya sebatas cahaya dari CME?,” kata Joe Gurman dari Solar Physics Lab.
Menurut kacamata STEREO, sudut pandang yang diambil oleh SOHO tidak menjawab pertanyaan atas gelombang yang tercipta.
“Kami telah melihat gelombang berefleksi adari lubang corona (lubang magnetis dalam atmosfer matahari),” kata Angelos Vourlidas, dari pusat observasi bumi dan penelitian ruang anglasa di universitas George Mason, Fairfax.
Ia menambahkan"Ada film yang indah menggambarkan osiliasi matahari setelah terkena gelombang. Kami menyebutnya gelombang menari."
Tsunami Matahari tidak memberikan ancaman secara langsung pada bumi. Namun tidak dapat dipungkiri, hal ini adalah studi yang sangat penting, ilmuwan mengatakan.
“Kita dapat mendiagnosa kondisi matahari,” Gurman mengatakan. “Dengan melihat bagaimana gelombang menyebar dan terpental, kita dapat mengumpulkan informasi tentang matahari dari sisi atmosfer yang lebih mendalam, dan tidak ada cara yang lain."
“Gelobang Tunami (matahari) dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memprediksi cuaca di ruang angkasa,” Vourlidas menambahkan.
"Dengan tepat sasaran mereka menandai tempat di mana letusan terjadi. Penentuan lokasi ledakan dapat membantu kami mengantisipasi ketika CME atau radiasi mencapai Bumi," tambahnya.


www.gunadarma.ac.id


 
Sumber: http://jekethek.blogspot.com/2009/11/wow-ilmuwan-benarkan-akan-terjadi.html
                 http://terselubung.blogspot.com/2009/11/ilmuwan-benarkan-akan-terjadi-tsunami.html

Lorong Waktu yang Menggemparkan

 
Misteri peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu, dan yang membuat gempar adalah nasib mujur kemunculan kembali korban Kapal Laut Titanic yang masih hidup.
Dua orang korban musibah Kapal Titanic pada tahun 1912, tiba-tiba muncul dalam keadaan masih hidup. Secara fisik mereka tidak berubah persis seperti semula. Teori lorong waktu telah menjawabnya.
Di antara kedua korban yang beruntung ini, yang satu adalah seorang penumpang wanita yang ditemukan pada tahun 1990, dan lainnya lagi adalah seorang kapten kapal Titanic yang ditemukan pada tahun 1991.
Kapten kapal Smith ditemukan pada tanggal 9 Agustus 1991, setahun setelah ditemukannya seorang korban yang beruntung bernama Wenny Kathe, dia diselamatkan dari atas gunung es. Selama berpuluh-puluh tahun hanyut terapung-apung di atas lautan, namun tidak membuatnya kelihatan tua dan lemah, Kapten Smith yang meskipun telah berusia 139 tahun, namun masih tampak seperti orang yang berusia 60 tahun lebih, dan bahkan dia masih menganggap bahwa saat itu adalah masa-masa sekitar tenggelamnya Kapal Titanic pada tanggal 15 April 1912.
Melalui identifikasi sidik jari yang masih tersimpan dalam catatan pelayaran laut, maka bisa dipastikan identitas Kapten Smith.
Seorang lagi korban musibah Kapal Titanic, Wenny Kathe yang berusia 29 tahun diselamatkan di atas gumpalan es Samudera Atlantik Utara pada tanggal 24 September 1990.
Namun yang membuat orang terkejut adalah sejak dia hilang pada tahun 1912 hingga sekarang, tidak terlihat tanda-tanda tua sedikitpun juga.
Dia ditemukan dan diselamatkan di atas gumpalan es 363 km barat daya Islandia. Kantor pelayaran telah menemukan daftar nama penumpang Kapal Titanic dan menegaskan keaslian identitas dirinya.
Smith, kapten kapal Titanic dan penumpangnya Wenny Kathe adalah saksi hidup orang hilang yang muncul kembali melalui lintasan lorong waktu.
Oleh karena mereka menghilang dan muncul kembali secara misterius, maka hal ini sangat menarik perhatian orang banyak.
Ilmuwan Amerika Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu.
Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.
Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut.
Pertama, obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena terkadang ia akan membukanya.
Kedua, lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.
Ketiga, terhadap dunia fana (ruang fisik kita) di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius.
Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.
Dalam ajaran Buddha terdapat satu bait penuturan: “Bagaikan sehari di kahyangan, tapi rasanya sudah ribuan tahun lamanya di bumi, tampaknya memiliki makna kebenaran yang sangat dalam.

 www.gunadarma.ac.id

sumber: http://misteridunia.byethost10.com

Cerita sinterklas

Legenda Sinterklaas muncul pada ribuan tahun silam. Dewa perang dalam legenda Eropa Utara, saat musim dingin, menunggang kudanya yang berkaki 8 berlari cepat ke ujung langit penjuru laut, menjatuhkan hukuman kepada yang jahat dan memuji yang baik, membagikan hadiah. Pada saat yang sama, anaknya yaitu Dewa Petir yang berbusana merah dengan petir sebagai senjatanya berperang dengan semua dewa salju di kegelapan malam, yang berakhir dengan kemenangannya.
Ada juga legenda yang mengatakan bahwa Sinterklaas berasal dari St. Nicholas, karenanya Sinterklaas juga disebut St. Nicholas, oleh karena kisah-kisah ini sebagian besar mengobarkan semangat Kristen, tempat asal, alur cerita kebanyakan telah dilupakan, namun Sinterklaas malah kekal abadi di dalam dunia rohani banyak orang. Setiap tahun pada hari Natal, Sinterklaas menunggang di atas konstelasi Aries, bocah suci memegangi pohon cemara (pohon Natal) turun ke dunia manusia, namun seiring dengan perubahan kehidupan manusia, pengarang dan seniman mulai melukiskan Sinterklaas menjadi wujud Sinterklaas berbusana merah dan berjanggut putih yang kita kenal sekarang.
Bersamaan itu juga terdapat penjelasan yang berbeda terhadap negara dan budaya yang berbeda. Asal-usul Sinterklaas di Jerman berdasarkan pada cerita Dewa Woden (dari sini juga muncul istilah ‘Wodenesday’ atau hari Woden, di mana kita menyebutnya Wednesday (hari Rabu). Woden penting bagi para penduduk di tempat yang sekarang kita kenal sebagai Jerman dan orang-orang Teuton kuno, di samping orang-orang Inggris. Woden, yaitu seorang tokoh di dalam sejarah, digambarkan di dalam mitologi sebagai menunggang kuda putihnya melalui udara, dengan berpakaian jubah yang berjela-jela. Dia mempunyai janggut putih yang panjang dan topi yang besar kerana dia juga dipercayai mempunyai kebijaksanaan, dan dia membawa sebuah buku di dalam tangannya.
Sinterklaas ini merias diri menjadi orang suci yang meletakkan buah berkulit keras dan apel di dalam sepatu anak-anak. Ia mengendarai kereta kuda beroda dua keliling di segala penjuru, mengamati sikap dan perilaku orang-orang, terutama anak-anak, apabila memperlihatkan perilaku yang baik, akan mendapatkan hadiah berupa buah apel, buah berkulit keras, permen dan sejumlah besar hadiah lainnya. Sedangkan anak yang buruk perilakunya hanya akan mendapatkan cambuk. Inilah yang mengilhami orang tua untuk menggunakan legenda tersebut sebagai pendorong semangat anak-anak.
Di Italia, tokoh Sinterklaas muncul dari cerita mengenai seorang nenek sihir yang bernama Befana. Ia mendapatkan tugas dari malaikat untuk memberikan hadiah kepada Tuhan Yesus pada saat Yesus dilahirkan, seperti juga orang Majus, tetapi karena kelalaiannya ia datang terlambat. Oleh sebab itu Befana mendapat hukuman tiap tahun sebelum kelahiran Yesus, ia harus memberikan hadiah sebanyak mungkin kepada anak-anak kecil yang tidak mampu. Kepercayaan ini dianut oleh banyak orang, sehingga pemuka agama di Italia mengambil keputusan agar kepercayaan ini dialihkan ke Sinterklaas. Inilah awal dari kepercayaan bahwa Sinterklaas selalu memberi hadiah kepada anak-anak.
Di negeri Belanda, Santa Klaus dikenali sebagai Sinterklaas. Sinterklaas adalah seorang bisop yang memakai penutup kepala dan mempunyai sebuah buku yang mencatatkan perbuatan baik dan dosa. Dia mempunyai tongkat gembala dan menunggang seekor kuda putih di atas bumbung-bumbung rumah. Sinterklaas mempunyai seorang hamba bernama Black Peter. Di Belanda, anak-anak menyanyikan lagu-lagu di sekitar cerobong kepada Sinterklaas. Black Peter mendengar di atas cerobong itu untuk menentukan sama ada anak-anak itu menyanyikan lagu-lagu yang betul dan menyediakan pemberian-pemberian yang sesuai kepada kuda Sinterklaas, yaitu Karot dan Jerami. Hadiah-hadiah kemudian diberikan kepada anak-anak itu melalui cerobong tersebut.
Ketika kaum kolonialis Belanda tiba di benua Amerika, mereka juga membawa serta uskup Sinterklaas mereka, digambarkan mengenakan kasaya merah, dan mengendarai seekor kuda putih. Figur Sinterklaas Amerika belakangan berangsur-angsur menjadi sebuah Sinterklaas bijaksana. Awalnya, penulis Amerika yaitu Washington Owen dalam drama komedinya (Sejarah New York) melukiskan Sinterklaas sebagai seorang kakek Belanda yang gemuk dan bundar. Tahun 1823, penyair Clement Moore dalam sajak dan lagunya “Kesan St.Nicholas” mendramakan figur Saint Nicholas, itulah kakek Natal (Sinterklaas). Pada tahun 1960-an produser film kartun Thomas Nash melukis seorang kakek Natal (Sinterklaas) yang ramah-tamah dan gemuk sebagai ilustrasi.
Seiring dengan berlalunya waktu, figur Sinterklaas menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sejumlah besar negara juga menyimpan legenda yang berhubungan dengannya. Sinterklaas dari Perancis bernama Father Christmas atau Pere Noel, Sinterklass dari Swiss bernama Christkindl atau Christ Child, dan Sinterklaas dari Inggris namanya sama dengan Perancis yaitu Father Christmas, figurnya lebih khidmat dibandingkan dengan Sinterklaas lainnya, sedikit lebih kurus. Dan Sinterklaas dari Amerika Utara adalah mengendarai rusa salju yang menarik kereta luncur membagi-bagikan hadiah.

www.gunadarma.ac.id

sumber:http://terselubung.blogspot.com/2008/12/legenda-sinterklas_16.html